Kita semua ikut bersyukur dan bangga ketika teman kita Tjahjo Kumolo dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk mengemban tugas sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Kerjanya Periode 2014 – 2019. Pria kelahiran Solo, 1 Desember 1957, yang akrab disapa mas Tjahjo ini adalah sosok yang sudah malang melintang dan kenyang dengan pengalaman berorganisasinya. Karir politiknya sudah benar-benar terasah dan paripurna. Kini ia bernanung dibawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sudah sejak kecil ia bermukim di Semarang. Mas Tjahjo menyelesaikan pendidikan SD Rejosari, Semarang (1970), SMPN 4 Semarang (1973) dan SMA Negeri 1 Semarang (1976), lalu melanjutkan kuliahnya ke Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Ia berhasil meraih gelar Sarjana Hukumnya pada tahun 1985.

Sudah sejak masa kuliah, Mas Tjahjo aktif terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Ia mengawali karirnya sebagai ketua Biro Organisasi KNPI Jawa Tengah (tahun 1983-1985). Lalu terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Jawa Tengah periode 1985-1988 dan Sekretaris Jenderal KNPI Jawa Tengah untuk periode 1987-1990 serta sebagai Sekretaris MKGR Jawa Tengah.

Mas Tjahjo semakin bersinar ketika mulai berkecimpung dalam kancah politik nasional sebagai Anggota Komisi II, III dan Anggota BKSAP DPR RI (1987,1992) dan sebagai Ketua Umum DPP KNPI tahun 1990 – 1993, juga sebagai Wantim FKKPI dan Ketua Pemuda Panca Marga Pusat.

Perjalanan politiknya kemudian membawanya ke PDIP dan menjabat sebagai Direktur SDM Litbang DPP PDIP tahun 1999 sampai 2002, dipercaya sebagai salah satu Ketua DPP PDIP, Ketua Persahabatan Parlemen Indonesia – Jepang, anggota Dewan Film Nasional dan sederet jabatan dalam berbagai organisasi. Puncaknya, pada Kongres III PDIP, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri secara mengejutkan menunjuknya sebagai Seketaris Jendral PDIP (2010-2015).

Mas Tjahjo yang pernah mendapatkan Bintang Kehomatan dari Kapolri dan Bintang Kehormatan IPDN ini, beristrikan dr. Erni Guntarti (alumni FK Undip) dan dianugerahi tiga anak, yakni drg. Rahajeng Widyaswari, Karunia Putripari Cendana dan Cakra Arjuna Candasa.