Perempuan yang akrab disapa Inten ini lahir di Pati, Jawa Tengah, 7 Oktober 1968. Gelar sarjana Teknik Kimia ia raih dari FT Universitas Diponegoro Semarang pada tahun 1992. Ia juga menyandang gelar S2 bidang manajemen dari STM PPM Jakarta, dan gelar Profesi Ajun Ahli Asuransi Indonesia Kerugian (AAAIK).

Tak cukup dengan gelar akademik, ia memperkaya diri dengan mengikuti berbagai pelatihan, seperti Profesional Director Program – IlCD; Program Executive Education Level 1 PLN; Certified Strategic Execution Profesional (CSEP); Mission – Vision Review and Core Competency Development; Program General Electric – Executive Leadership Training; Pricing and Settlement Pembangkit; Project Financing Modeling; Perpajakan; Trade Finance; Business Model; Negotiation skill; Coaching Mentoring Consulting Udiklat Semarang; Enterprise Risk Management; Asuransi dan Manajemen Risiko serta Energy Modeling.

Dengan kompetensi demikian tak heran jika Inten dipercaya menjabat CEO Indonesia Power, anak perusahaan PLN. Sebelumnya ia pernah ditugaskaryakan sebagai Senior Spesialis Keuangan Divisi Keuangan Korporat PLN dan Sekretaris Dewan Komisaris PT Cogindo Daya Bersama. Ia juga mendapat penugasan khusus sebagai Komisaris PT Putra Indo Tenaga dan Komisaris PT Tangkuban Parahu Geothermal Power.

Berkarir di dunia yang didominasi lelaki tidak membuat Inten merasa terintimidasi. Ia malah merasa tertantang untuk menjalankan tugas apapun secara total. Jika ada komentar “miring” yang meragukan kemampuannya, hanya karena ia perempuan, lebih baik ia abaikan.

Untuk membuktikan diri, ia justru menghindari sikap ingin diistimewakan atau dimaklumi. Sebaliknya ia selalu bekerja secara profesional. Di sisi lain ia tidak melupakan kodrat sebagai perempuan, karena hanya dengan dukungan keluarga seorang perempuan akan dapat fokus bekerja dan mengembangkan diri.