Nama Hermono sempat masuk daftar calon duta besar yang beredar di kalangan pers. Namun cita cita pria kelahiran Tangerang, 19 Januari 1960 ini menjadi dubes belum kesampaian. Ia masih dipercaya sebagai Sekretaris Utama BNP2TKI (sejak 2015).

Alumnus Jurusan Administrasi Bisnis, FISIP Universitas Diponegoro angkatan 1980 ini mulai bekerja di Kementerian Luar Negeri pada tahun 1986. Ia pernah bertugas di KBRI Bogota (Colombia), KBRI Tashkent (Uzbekistan), KBRI Wellington (Selandia Baru), KBRI Kuala Lumpur (Malaysia). Ia juga menjabat Direktur Kerja Sama Luar Negeri BNP2TKI (2012), Sekretaris Ditjen Protokol dan Konsuler Kemenlu (2013), serta Wakil Dubes RI untuk Malaysia (2013-2015).

Selama berkarier di Kemenlu ia mengikuti Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu); Sekolah Staff Dinas Luar Negeri (Sesdilu); Sekolah Staff dan Pimpinan Dinas Luar Negeri (Sesparlu). Pada tahun 1991, Hermono yang suka beternak dan lomba burung merpati ini juga kuliah di Graduate School of Policy Science, Saitama University, Jepang.

Suami Kiki ini selalu berusaha melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati, dilandasi ketulusan dan kejujuran. Sesuai semangat Revolusi Mental yang digagas Presiden Joko Widodo, ia juga berusaha turut mengubah pola pikir pengelolaan tenaga kerja dari conventional wisdom menuju new paradigm.

Pola pikir pengiriman TKI ke luar negeri yang hanya berdasarkan motif ekonomi, seperti peningkatan devisa dan pengurangan pengangguran, menurutnya mengakibatkan posisi Indonesia lemah. Pengiriman TKI seharusnya dimaknai sebagai sarana peningkatan kualitas SDM, perlindungan harkat dan martabat manusia, serta alat diplomasi negara.

Selain menjadi dubes, ayah Kania dan Ardian ini masih menyimpan citacita ingin melakukan kerja sosial untuk kemanusiaan.

Pria yang doyan telur dadar dan bakmi Jawa ini mengenang masa kuliah di Undip sebagai masa yang paling menyenangkan. Ia bisa bertemu banyak teman dari berbagai daerah dan belajar berorganisasi.

Untuk Ika Undip, penyuka olah raga boling ini berpesan untuk membantu generasi muda, khususnya alumni Undip agar mampu memasuki dunia yang penuh persaingan di era digital yang berubah sangat cepat ini.